Aku punya pengalaman unik , aku sampaikan disini sebagai ungkapan syukur sekaligus barangkali ada manfaatnya bagi sesama.Pada sekitar tahun 90 an aku bertandang ke seorang teman di desa Cimanggu kabuapten Cilacap. Karena profesinya pedagang bibit maka di halamanya dipenuhi bibit tanaman hortikultrura maupun tanaman kayu lainya. Pulangnya aku sempat beli 2 batang bibit kedondong kerdil yang orang biasa sebut dondong bangkok. Bibit yang tingginya hanya 30 cm itu sudah mulai berbunga.
Bibit itu aku tanam di depan rumah , dan alhamdulillah tumbuh dengan baik. Aku masih ingat bahwa pada kira2 bulan ketiga bunga sudah menjadi buah. Datang seorang tamu yang kemudian tertarik untuk membeli. Dengan berat hati aku lepas 1 batang dan aku dibayar Rp.50.000,- padahal 3 bulan lalu 2 batang bibit itu aku beli Rp.5.000,- Rahasia Alloh mulai terbuka. Sisa yang sebatang itu tumbuh semakin baik, buahpun muncul silih berganti, karena dondong yang satu ini berbunga tidak mengenal musim. Setiap kuncup daun yang tumbuh kemudian menjadi ranting maka keluar pulalah bun ga dan buahnya.
Begitu sepanjang tahun. Dan aku bersukur saat itu dari pohon inilah aku dicukupi kebutuhan makan dan lainya. Karena setiap butir kedondong tua bila disemai akan tumbuh minimal satu batang bibit kedondong muda, bahkan kalau telaten menyapih lebih dari itu. Bibit umur 4 bulan sudah laku dijual Rp.3.500,- Dan bibit umur 5 bulan sudah keluar buahnya.Kalau dijual masih dalam polibag ukuran 12 x 20 cm harganya cuma Rp.5.000,- tapi kalau ditanam dalam pot ukuran 30 cm seharga Rp.2.500,- laku terjual antara Rp.20.000,- sampai dengan Rp.25.000,-
Seandainya dikumpul maka lumayan pula untungnya, sayangnya sudah jadi kebiasaan "Rasa sayang tanaman" selalu bersifat "booming". Dan itu pulalah dengan kedondong ini. Tapi bagaimanapun juga saya selalu bersyukur karena pernah dikaruniai kesempatan menikmati keajaiban milik Alloh. Dan lebih bersyukur karena jerih payah budidaya ini , hasilnya sudah pernah terkirim ke Aceh Darussalam, Makasar, dan Papua di Sorong berupa bibit dan benih. Sekali lagi Alhamdulillahirobil alamin.
Untuk tanda mata atau tetenger saya usulkan kedondong tersebut dikasih nama si PENJUAL bibit, biar cepat tersohor. Maaf mung guyon wae kareben gak marah-marah.
BalasHapus